Langsung ke konten utama

lelah

sesaat hati merenung
menatap hangatnya mentari
menghirup segarnya embun pagi
merasakan sepoinya belaian angin
serasa sungguh sempurna berkah hari ini
untuk hidupku

namun ketika tiba-tiba hitam menutupi awan
gelegar petir menyeruakkan tanya
sungguh mengerikan hidup ini
gelap, sunyi dan melelahkan
terseok menyeret beban di pundak
sampai akhirnya terpuruk sendiri
di titik nadir hidup

15.10.10

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#rindu 1

merindukan gelak tawa bersamamu sungguh menyesakkan dada adakah rasa yang sama kau rasakan jua? duhai angin sampaikanlah secarik surat kerinduanku padanya kuharapkan balasannya segera marilah langkahkan kakimu ke rumah tempat segala kerinduan dan cinta tertumpah tanpa syarat aku akan duduk di beranda menanti aroma tubuhmu menghampiri menanti hingga petang menjelang membawa bayanganmu datang

terimakasih

ah, bertumpuk rasa haru di dadaku tak kukira kau begitu berarti dalam hidupku hadir di saat aku terpuruk memeluk di saat aku tumbang memapah di saat aku goyah sungguh aku mencintaimu dan akan selalu mencintaimu selamanya terimakasih Tuhan, Kau pertemukan aku dengan dia

dulu

dulu aku sangat mengharapkamu ada untuk selalu bersama duduk di beranda mengurai setiap benang kejadian di hari yang telah kita lewati seraya memegang tanganmu.. serasa mendapatkan kekuatan baru memandang matamu.. seakan bisa mengarungi birunya laut juga tepukan lembut tanganmu di punggungku memberi semangat menjalani hidup itu dulu.. dan kini, aku menunggumu